By On Friday, February 05 th, 2021 · no Comments · In ,

Kuliah Pakar Seri-1

“Kemandirian Produksi Vaksin untuk Mendukung Pertahanan Negara dan Keamanan Nasional”

Kuliah Pakar adalah suatu acara yang mengundang para pakar atau ahli dibidangnya untuk membagikan ilmunya. Kuliah pakar ini dilakukan perdana oleh Fakultas Farmasi Militer (FFM) Universitas Pertahanan (Unhan) RI. Tema yang diangkat untuk pertama kalinya  yaitu “Kemandirian Produksi Vaksin untuk Mendukung Pertahanan Negara dan Keamanan Nasional” melalui daring Zoom Meeting.

Kuliah Pakar Seri-1 ini dibuka oleh Rektor Unhan, Laksamana Madya TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD., CIQnR, CIQaR.,IPU dan Sambutan Dekan Fakultas Farmasi Militer Unhan RI Prof. Dr. apt. Yahdiana Harahap, M.S.

Pandemi Covid-19  belum selesai dan mendapatkan isu bahwa pandemi ini akan semakin naik. Hal ini menjadikan para akademisi, tenaga kesehatan dan para industri untuk melakukan suatu akselerasi atau suatu inovasi yang lebih untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini. Untuk itu menjadikan Fakultas Farmasi Militer Universitas Pertahanan RI memberikan ide untuk mengadakan kuliah pakar dari berbagai ahli dibidangnya yaitu menghadirkan Narasumber antara lain Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof. Dr. dr. Amin Soebandrio, SpMK (K), Direktur Registrasi Obat pada Direktorat Registrasi Obat sebagai pembicara Vaksinasi Covid-19 dari Badan POM RI Dr. apt. Lucia Rizka Andalusia, M. Pharm, MARS, dan Direktur Operasional PT Bio Farma Dr. apt. M. Rahman Roetam, S.Si., MBA. serta moderator dari Dr. apt. Bantari Wisynu Kusuma Wardhani, M.Biomed. Dosen Fakultas Farmasi Militer Unhan RI.

Pada hal ini mengupayakan pemerintah dalam percepatan kemandirian industri farmasi dan alat kesehatan sesungguhnya telah dituangkan dalam Inpres No 6 tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Plh. Dekan Fakultas Farmasi Militer Unhan menyebutkan kuliah pakar seri-1 ini mengangkat salah satu tema yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini dan juga pivotal dalam pertahanan negara dan keamanan nasional. Kuliah pakar ini bertujuan untuk berperan aktif dalam upaya peningkatan kemandirian bangsa terutama bidang kefarmasian sekaligus menjadi salah satu sumber informasi mengenai kemandirian produksi vaksin dan regulasinya di Indonesia. Dan meningkatkan wawasan kadet mahasiswa S-1 Unhan dan menstimulasi inovasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan farmasi, terutama pada pengembangan vaksin.

Dr. apt. Lucia Rizka Andalusia, M. Pharm, MARS dalam paparannya memberi wawasan mengenai registrasi vaksin di Indonesia, terutama vaksin covid-19 dan adanya  EUA (emergency use of authorization). Dijelaskan mengenai lika-liku EUA vaksin secara umum, dan vaksin covid-19 secara khusus di masa pademi dan EUA bukan izin edar. Vaksin yang telah beredar di Indonesia merupakan keperluan uji klinik dan vaksinasi nasional, telah terbukti aman, berkhasiat, dan terjamin mutunya.

 

Prof. Dr. dr. Amin Soebandrio, SpMK (K)  menjelaskan tentang From Bench to Clinics : Vaksin Merah Putih. Proses penelitian dan pengembangan vaksin covid-19 secara umum dengan berbagai platform. Juga informasi mengenai tahap pengembangan Vaksin Merah Putih.

Dr. apt. M. Rahman Roestan, S.Si., MBA mengatakan hasil pengembangan dan penelitian vaksin harus diproduksi secara masal di Industri Farmasi. Proses scale up dan kesiapan industri farmasi dalam negeri. Serta produsen vaksin dan antisera Indonesia.  Juga dijelaskan tentang gambaran kesiapan industri farmasi dalam negeri menuju kemandirian produksi vaksin. Secara teknologi, Industri Farmasi Indonesia mampu memproduksi vaksin, produk biologi, dan alat diagnostik. PT. Bio Farma telah berhasil melakukan itu. Bahkan, Indonesia melalui PT. Bio Farma menjadi salah satu pemasok vaksin polio untuk WHO.

Dalam Kuliah pakar ini para peserta sangat antusias berpartisipasi , hal ini terlihat dari jumlah pertanyaan yang masuk, lebih dari 50 pertanyaan disampaikan oleh peserta baik melalui zoom maupun youtube.

Kuliah pakar ini dihadiri praktisi, akademisi, peneliti, dan mahasiswa yang menekuni bidang terkait, Para Pejabat Eselon I, II Unhan , Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), apt. Drs. Nurul Falah Eddy Pariang dan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia, Prof. Dr. apt. Daryono Hadi Tjahjono, serta tamu undangan dari berbagai perguruan tinggi, seperti Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Sekolah Farmasi ITB, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada.

We usually reply with 24 hours except for weekends. All emails are kept confidential and we do not span in any ways.

Thank you for contacting us :)

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty

X