
Himpunan Kadet Mahasiswa Fakultas Farmasi Militer (HKM FFM) Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) bersama Faculty of Pharmacy, Universiti Sains Malaysia (USM) melaksanakan kegiatan Sharing Knowledge pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting ini menjadi sarana bagi kadet dan mahasiswa dari kedua institusi untuk saling bertukar pengetahuan dan perspektif dalam bidang kefarmasian, memperluas wawasan akademik, serta mempererat hubungan dan jejaring akademik antara Indonesia dan Malaysia.


Kegiatan diawali dengan sambutan dari Fakultas Farmasi Militer UNHAN RI yang disampaikan atas nama Dekan FFM UNHAN RI, Prof. Dr. apt. Yahdiana Harahap, M.S., dan diwakili oleh Wakil Dekan I, Kolonel Ckm apt. Apip Hadi, M.Si., serta sambutan dari pihak USM yang diwakili oleh Profesor Madya Dr. Hadzliana Zainal, selaku Timbalan Dekan (Akademik, Kerjaya & Antarabangsa), bersama jajaran sivitas akademika dan delegasi Universiti Sains Malaysia. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kemitraan dan keterlibatan akademik lintas negara.


Memasuki agenda utama, kegiatan menghadirkan Lim Chee Yong dari Universiti Sains Malaysia serta SMSK Yerry Dayana dan SK Keiji Akram Obay dari UNHAN RI sebagai pemateri dengan tema “Pharmaceutical Waste Management: From Regulatory Framework to Practical Implementation.” Melalui sesi pemaparan dan pertukaran pengetahuan tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai pengelolaan limbah farmasi, mulai dari kerangka regulasi hingga penerapannya dalam praktik.


Kegiatan Sharing Knowledge juga menjadi ruang bagi kadet dan mahasiswa kedua institusi untuk memperluas wawasan intelektual, bertukar perspektif, serta membangun hubungan kolegial lintas negara. Hal ini sejalan dengan komitmen Fakultas Farmasi Militer UNHAN RI dalam memperkuat kemitraan akademik internasional, khususnya dengan Universiti Sains Malaysia.

Sharing Knowledge HKM FFM UNHAN RI dan Universiti Sains Malaysia diharapkan tidak hanya menjadi wadah pertukaran ilmu dan pengalaman, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama akademik yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kedua institusi diharapkan dapat terus saling belajar, memperluas jejaring, serta mengembangkan kolaborasi akademik yang lebih luas di masa mendatang, sehingga memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan kefarmasian dan membentuk sumber daya manusia yang berwawasan global serta tetap memiliki jati diri kebangsaan.