
Bogor – Dekan Fakultas Farmasi Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Fakultas Farmasi Militer Unhan RI), Prof. Dr. apt. Yahdiana Harahap, M.S. beserta dosen dan kadet mahasiswa Fakultas Farmasi Militer Unhan RI melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa Edukasi Bahan Kimia Berbahaya dalam Makanan dan Obat Tradisional di yang merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama Fakultas Farmasi Militer Unhan RI dengan Desa Ciangsana, Kec. Gunung Putri, Kab. Bogor, Jumat (3/11).
Kegiatan ini disambut antusias oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan warga Desa Ciangsana. Dekan Fakultas Farmasi Militer Unhan RI menyampaikan pentingnya konsumsi makanan dan obat tradisional yang aman dan memberikan efek menyehatkan bagi tubuh. Makanan biasanya perlu ditambahkan bahan tambahan seperti penyedap rasa dan pemanis untuk menghasilkan makanan yang enak, pewarna untuk menghasilkan tampilan makanan yang menarik dan menggugah selera, serta pengawet untuk mencegah makanan cepat busuk/basi sehingga makanan tahan lama.

Penggunaan bahan tambahan pangan merupakan hal yang wajar dan diperbolehkan bila bahan tambahan tersebut aman dan memang digunakan untuk makanan. Namun ternyata ada oknum pedagang nakal yang menambahkan bahan kimia berbahaya yang seharusnya tidak digunakan untuk makanan, seperti formalin, boraks, metanil yellow, dan rhodamin B. Alasan pedagang menggunakan bahan kimia berbahaya tersebut karena harganya murah dan praktis digunakan. Efek konsumsi makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya biasanya tidak langsung terlihat dalam waktu dekat. Efeknya akan muncul setelah dikonsumsi dalam jangka panjang namun berakibat fatal seperti kanker, kerusakan hati dan ginjal, dimana pengobatannya sulit dan membutuhkan biaya yang besar.
Bahan kimia juga sering ditambahkan oleh oknum penjual obat tradisional, biasanya berupa bahan kimia obat (BKO) untuk menghasilkan efek instan, seperti antalgin pada jamu pegal linu, sibutramin pada jamu pelangsing, dan sildenafil pada jamu stamina pria. Obat tradisional dianggap aman oleh masyarakat sehingga dikonsumsi secara sembarangan dan dalam jangka panjang. Efek BKO yang dikonsumsi secara terus menerus bisa menyebabkan kerusakan organ vital seperti hati, ginjal, dan jantung.

Kegiatan edukasi dilanjutkan dengan praktik pengujian bahan kimia berbahaya dalam makanan. Warga ikut terlibat secara langsung menguji adanya kandungan bahan kimia berbahaya dalam sampel makanan menggunakan test kit yang dipandu oleh dosen Fakultas Farmasi Militer Unhan RI.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini diharapkan menjadi wujud nyata kebermanfaatan Fakultas Farmasi Militer Unhan RI pada masyarakat guna mendorong sumber daya manusia yang sehat sehingga dapat berkontribusi bagi kemajuan Republik Indonesia.